Lintang Waluku

Month

November 2011

51 posts

Nov 1, 201110 notes

October 2011

20 posts

Oct 30, 2011
#Suara Mahasiswa
Oct 30, 2011615 notes
Oct 30, 20119,752 notes
Play
Oct 29, 20116 notes
#I Am From #Global Citizen Corps #Mercy Corps #GCC #Indonesia #Equality #Human Rights #Poem #Poetry #Man In The Mirror #Gabe Bondoc #Michael Jackson
Oct 28, 201138 notes
"Sorry, Can't Get You An A," said Idealism.

Dulu, waktu jaman ospek, kami diminta (baca: disuruh) bikin name tag dari bahan kardus dengan diameter 30cm dengan segala macem printilannya. Sebagian dari kami memutuskan untuk bikin bareng-bareng dari nol. Sebagian lagi, well, mengusulkan buat ‘beli jadi’ di sebuah tempat where you can find anything, called Pocin, just something no one saw even better. Di Pocin ada mas-mas yang mau dibayar terus bikinin name tag itu sampe jadi. Gara-gara ini, kami sempat voting, karena kan ya namanya juga 2011 harus SATU dong, kalo bikin ya bikin semua, beli ya beli semua. Tapi yang namanya voting, ada aja kan nggak puas. Mayoritas memilih untuk bikin sendiri (team bikin). Terus team Pocin bersikeras untuk tetep beli, dengan satu dua alasan, “mau bikin atau beli toh kita tetep dimarahin pasti.”

Got hotter, salah seorang dari team bikin berargumen gini kurang lebih, “kita kan mahasiswa hukum, masa belum apa-apa udah bikin curang?” Pokoknya gue denger semacem ‘masa mau korupsi, sih,’ atau apa gitu *HAAAH can’t remember!*

Intinya, di akhir malam voting yang kentang dan menghasilkan keputusan bahwa team bikin tetep FTW itu, seseorang sebut saja Anggrek (nama samaran), bilang, “kalo gini keliatan Gom, mana yang idealis dan mana yang enggak.”

Saat itu sih gue ketawa aja. I thought it did matter, but just a little. Namanya juga awal-awal ospek, pasti pengennya main aman kan. Gue dan kelompok gue sih (Kelompok 32, Constitutional Complaint) team bikin. And in the end semuanya emang kena marah, *namanya juga oSpEk* tapi yang team Pocin kayaknya kena punishment lagi. Intinya, team bikin was still the right one bahaha *tetep*.

Dari sini gue nangkep semacam adanya idealisme, seperti yang Anggrek katakan, seenggaknya mayoritas dari kami punya yang semacam itu. Seenggaknya kebanyakan lebih memilih untuk jujur buat sendiri meskipun hasilnya mirip sampah, dibanding beli di Pocin *dan katanya yang mesen di Pocin juga nggak semuanya jadi tepat waktu. Shameeey :(. *

Jujur itu penting, bukan? Everyone knows it. Dan gue pernah bangga waktu ospek dulu gue bisa kenal sama orang-orang yang berani jujur. Motivating aja. Terutama temen-temen sekelompok gue yang rela nganyam sampe malem di depan Perpus/MUI, makan di Pocin tiap hari, dan tetap eksis #eh.

Tapi #eh hari ini. Idealisme? Fuck you?

Sontekan di kertas kecil lebih penting dari idealisme. Well yes, idealisme mungkin cuma untuk Program Kekhususan VII yang digosipin kerjanya ‘cuma’ di NGO, jadi dibayarnya pake idealisme.

Idealism sucks.

Sontekan di mana-mana. Rahasia umum mahasiswa (baru). Lebih penting “jangan sampai ketahuan nyontek” dibanding “jangan nyontek”. Nggak bisa digeneralisasi untuk semua sih, tapi ini bener ada.

Bukannya gue sok suci, atau sok Aquarius #eh. Waktu SMA juga gue pernah bikin sontekan kecil-kecil, semacam kumpulan rumus-rumus Fisika atau kata kunci pendapat ahli sama pasal-pasal. I did. Almost everyone probably did. Itu umum. And it’s normal, because majority did so, said so. But it’s not true. Di satu titik gue sadar, gue emang nggak suka Fisika. Tapi gue bikin diri gue lebih benci Fisika dengan menyerah gitu aja pada sontekan. Dan itu meremehkan diri gue sendiri. Gue ngerasa bego. Ngerasa kayak maling; diem-diem cari kesempatan untuk buka ‘jimat’. Gue nggak mau melakukan itu lagi. I am worth it. Gimana gue bisa dinilai penting kalo gue nggak percaya sama kemampuan gue sendiri? Gimana gue bisa dinilai penting kalo gue terus manjain diri gue sama sontekan? Bisakah gue bercermin dengan bangga karena Fisika gue di atas 76? No. Refleksi orang di balik cermin itu malah bikin gue malu.

Bukannya gue iri. Well, iri sih. YA IYALAH. Gue belajar semaleman nggak tidur, sedangkan lo… ya, let’s say lo belajar semaleman nggak tidur juga, tapi tapi… kertas sontekan? Come on.

Screw idealism, right?

Bikin aksi mahasiswa sana-sini, tuntut rektor introspeksi lah, tuntut pemerintah berantas korupsi lah, eh pas  H-1 ujian, bikin catetan kecil. Ckck. What a life. Gue bukannya sok idealis, gue cuma menagih janji idealisme yang sama-sama kita junjung waktu ospek.

Eh, nggak deng, gue nggak bisa nagih apa-apa. Gue nggak ada urusan. Itu kan kembali ke pilihan masing-masing. Kan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab dijamin negara, asal jangan tampil homoseksual aja kalo nggak mau dibakar hidup-hidup, ya kan? ;)

Dulu gue pernah sebel dan menyumpahi. Gue doain cheaters nggak lulus, ketabrak kereta, atau minimal kena peluru nyasar. Tapi pada akhirnya gue tetep diwisuda bareng-bareng sama mereka. Mereka tetep dapet SNMPTN Undangan. Mereka tetep punya pacar. Dunia tetap berputar. Dan gue tetap si pathetic hater. Now? Just the same.

Untuk tugas MPKT, kelompok gue bikin makalah tentang dilema moral kecurangan UN. Kami ambil contoh kasus Ibu Siami, seorang ibu yang diusir dari kampungnya karena melaporkan kecurangan di sebuah SD di Surabaya, di mana anak dari Ibu Siami diminta untuk memberikan jawaban UN ke seisi kelas oleh gurunya sendiri. Orang-orang bilang Ibu Siami lebay, karena kecurangan itu nggak terjadi, anak Ibu Siami nggak ngasih jawaban 100% pure ke temen-temennya. Emang enggak. Tapi mentalitas itu. Mentalitas guru yang nyuruh anak Ibu Siami, itu apa? Ibu Siami diusir, dan dia yang harus minta maaf ke warga dan pihak sekolah. Mungkin gini, “maafkan saya, saya terlalu jujur. Saya jujur tidak pada tempatnya. Saya seharusnya tidak jujur. Saya seharusnya diam saja dan membiarkan anak saya jadi pahlawan untuk teman-teman mereka.”

Thoughts?

Intinya, gue nggak menjanjikan kalo jujur bakal bikin nilai kita bagus. Gue juga nggak menjanjikan kalo nyontek bakal hidup bahagia dengan predikat cumlaude. Gue percaya nyontek itu salah, apapun alasannya, hasilnya, ras, orientasi seksual, jenis kelamin, agama, partai politik, atau PK-nya, that’s why I’m posting here. Untuk semua yang merasa dicurangi sama sontek-sontekan (termasuk gue), untuk semua yang masih mengandalkan jimat untuk midtest PHI besok, untuk pedagang nametag yang masih akan mem-provide ketidakjujuran maba-maba 2012 tahun depan, untuk semua yang merasa tulisan ini terlalu judgemental, ayo kita ambil cermin dan pecahkan saja.

Oct 27, 201112 notes
#cheating #nyontek #contek #sontek #idealism

aboutaquarius:

An #Aquarius is incredibly open-minded and tends to think and do thinks quite differently than others

Oct 26, 201121 notes

A teacher in New York was teaching her class about bullying and gave them the following exercise to perform. She had the children take a piece of paper and told them to crumple it up, stamp on it and really mess it up but do not rip it. Then she had them unfold the paper, smooth it out and look at how scarred and dirty is was. She then told them to tell it they’re sorry. Now even though they said they were sorry and tried to fix the paper, she pointed out all the scars they left behind. And that those scars will never go away no matter how hard they tried to fix it. That is what happens when a child bully’s another child, they may say they’re sorry but the scars are there forever. The looks on the faces of the children in the classroom told her the message hit home.

Oct 26, 201111 notes
#stop bullying #bullying #equality #human rights
That Saturday

Sabtu itu, bertempat di Kantor Mercy Corps, akhirnya bisa ketemu lagi dengan Global Citizen Corps Indonesia leaders lainnya. *woopwoop* Setelah sekian bulan lah ya sibuk dengan urusan masing-masing, (dan gue sendiri dengan tetek-bengek ospek yang akhirnya berakhir dengan kentang) kami kumpul satu meja membicarakan action-action yang sudah, sedang, dan akan dijalankan. Sebut saja hari itu refreshment training, meskipun sebenernya sesi curhat sih :’), but you know I needed it. Jadi beberapa dari kami cerita lah gitu, termasuk gue dengan akun @ekualitas dan segala tantangannya.

Seneng karena ternyata bukan cuma gue doang yang bingung mau BAGAIMANA bikin action, dalam artian ini bikin gue jadi nggak pengen lepas sebelum gue fix punya setidaknya, sekali lagi setidaknya, satu action yang sesuatu banget. Dan gue juga bangga sama Dea and the gang yang udah bikin action di bawah naungan komunitas baru mereka yang bernama Indonesian Youth Health Ambassadors (IYHA), yaitu bikin penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di Pekojan, Jakarta Barat. Info selengkapnya, main ke blog Dea di sini. *Oh ya untuk artikel Media Magang SUMA gue juga ngeliput IYHA loh*

Back to the topic! Gue nggak sabar pengen ngurusin action, nggak sabar pengen liat leaders lain bikin action, nggak sabar pengen ikut bantuin leaders lain bikin action, nggak sabar (eh harusnya sih yang ini sabar) liat impact yang dibuat. Harus sabar! #danjanganprocrastinate #prayforgue #savegue

Anyway, thanks untuk semua kakak fasilitator, dan juga Kak Indri Hapsari, my motivator :). Kak Indri bilang bahwa kita diukur oleh kemampuan kita masing-masing. Agree, kak. Retweet. Itulah sebabnya kenapa gue juga setuju sama Awe, back then when I was at Senior Hayskul, waktu Awe bikin note Facebook yang isinya tentang kenapa dia lebih memilih melakukan ‘pembuktian ke diri sendiri’ dibanding ‘pembuktian ke orang lain’. Well, setidaknya bagi orang yang berada di continuum ‘cenderung introvert’ seperti gue (sesuai buku MPKT B dan tes online abal-abal yang bilang gue INTJ), it works. :)

Segini aja dulu, ditungguin bukunya Prof. Dr. Koentjaraningrat nih.

#keepprayingforme #antropologibudaya #uts #hashtaghastostop

*oh ya ingetin gue untuk bikin video I Am From (versi 2) Sabtu ini yak. Yang lain udah pada bikin, gue jadi mau juga :P*

Oct 26, 20119 notes
#GCC #Global Citizen Corps #Mercy Corps #action
Oct 26, 2011
There Ain't No Car In Heaven, 悅悅

Pekan ini gue dan @nissa0493 (panggil saja Erni) sering korespondensi a.k.a gossiping-by-phone. Sebenernya sih biasa aja, dari dulu juga udah sering korespondensi kok. Cuma belakangan ini topik pembicaraan kami bergeser dari yang tadinya ngomongin kebodohan diri sendiri dan masyarakat sekitar, sekarang jadi  ngomongin hal-hal sadistis seperti Tabloid H*d*y*h (tabloid ini susah sekali dicari dewasa ini, padahal pekan lalu gue liat di Stasiun UI), film Final Destination, supir taksi psycho, kasus Ruyati, sampe yang terbaru kasus pembunuhan ibu-anak di Koja-Cakung.

Sampai suatu hari, gue baca berita tentang seorang balita berumur 2 tahun bernama Yue Yue yang mengalami kecelakaan pada 13 Oktober 2011 di Kota Foshan, Guangdong, China. Ketika sedang menyeberang, ia dilindas oleh dua mobil dan dibiarkan begitu saja oleh 18 orang yang lewat.

Yue Yue menjadi perhatian gue, terutama karena GUE SECARA TIDAK SENGAJA MELIHAT REKAMAN CCTV KEJADIAN TIDAK MANUSIAWI ITU DI YOUTUBE. Fix. Gue marah banget, sekaligus sedih, bagaimana bisa mereka nggak punya rasa manusiawi untuk bahkan berhenti dan mencari pertolongan. Ada 18 orang berturut-turut lho, bukan suatu kebetulankah?

Beberapa hari kemudian gue sempat membaca berita bahwa kondisi Yue Yue telah membaik. Sebelumnya, ia diselamatkan oleh pelintas ke-19, seorang wanita pemulung yang kemudian menyeretnya ke tepi jalan dan memanggil bantuan. Jujur gue kepo banget, gue terus memantau perkembangan beritanya, sampe kemarin gue baca bahwa Yue Yue sempat membaik tapi kemudian mengalami kelumpuhan otak.

Sore ini gue mau tilpun Erni, mau ngomongin Yue Yue, tepat sebelum gue buka komputer dan baca berita bahwa:

Yue Yue, bocah China yang dua kali terlindas mobil dan dibiarkan oleh 18 orang yang lewat, akhirnya meninggal. Yue Yue meninggal pada Jumat (21/10/2011) pukul 00.32 waktu setempat.

Dalam konferensi pers yang diadakan delapan jam kemudian, kepala RS itu, Su Lei, mengatakan, pihaknya sudah melibatkan dokter terbaik, baik dari sipil maupun militer, untuk menyelamatkan nyawa bocah asal Foshan itu.

Su Lei menjelaskan, penyebab kematian bocah dua tahun itu adalah kegagalan otak yang mengakibatkan semua organ tubuhnya berhenti berfungsi.

“Kami sangat menyesal atas kehilangan ini, tetapi kami berterima kasih atas perhatian dan simpatinya,” kata Su Lei.

Sebelumnya para dokter yang merawatnya mengatakan, kecil kemungkinan Yue Yue bisa selamat, seperti dilansir Shanghaiist.

Kabar kematian Yue Yue kembali menjadi berita paling banyak dibicarakan di sejumlah weibo, situs microblogging semacam Twitter di China. Orang-orang kembali menyatakan keprihatinan atas nasib yang dialami bocah yang koma sejak peristiwa 13 Oktober itu.

“Selamat jalan, Yue Yue kecil. Di surga tidak ada mobil,” tulis seorang pemilik akun di situs microblogging Sina.

“Selamat jalan, dan jangan lagi dilahirkan di China di kehidupanmu selanjutnya,” tulis pengguna lain.

Banyak komentator yang berspekulasi bahwa keengganan orang-orang untuk menolong Yue Yue didorong kekhawatiran mereka akan dipersalahkan atas kecelakaan yang dialami bocah itu.

Kekhawatiran itu muncul setelah ada kasus di Nanjing pada 2006 ketika seorang lelaki justru didenda setelah dia menolong seorang perempuan yang mengalami kecelakaan. Perempuan yang ditolong itu bahkan menuduhnya sebagai penabrak. Pengadilan kemudian memerintahkan si penolong itu membayar ganti rugi sebesar 45.000 yuan.

“Hakim pada kasus Peng Yu di Nanjing itu sudah menghancurkan kebaikan hati seluruh bangsa, dan kini sulit sekali untuk membangunnya kembali,” kata seorang pengguna weibo.

Sebuah opini di Global Times yang terbit hari ini mengatakan, insiden Yue Yue telah mengungkap “sisi gelap” masyarakat China. Namun, penulisnya tidak setuju jika harus ada hukuman bagi orang-orang yang gagal membantu korban.

“Lebih pantas untuk melembagakan sistem pemberian penghargaan kepada orang-orang yang menolong ketimbang menjatuhkan hukuman kepada orang yang tidak (memberi pertolongan). Peristiwa Yue Yue mengingatkan kita pada posisi China di tangga perkembangan moral,” demikian opini si penulis.

Polisi Foshan mengatakan, dua pengemudi kendaraan yang melindas Yue Yue sudah ditahan dan segera diadili. Salah seorang pelaku ditahan malam setelah kejadian, sementara pengemudi lain menyerahkan diri tiga hari kemudian.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2011/10/21/14223220/Bocah.Yang.Telindas.Itu.Akhirnya.Meninggal

Di sini gue ga berhak men-judge apakah 18 orang itu mewakili sikap ketidakpedulian sekian miliar penduduk China atau tidak. Juga apakah excuse mereka untuk tidak menolong balita sekarat karena takut kena sanksi hukum adalah sesuatu yang dapat dibenarkan. Gue juga ga mau nunjuk ini salah dan itu salah. Apakah orang tua Yue Yue yang salah karena membiarkan anaknya berkeliaran sendirian di jalan, apakah yang salah adalah pengemudi kedua mobil itu, apakah yang salah adalah hakim yang membuat 18 orang itu enggan menolong karena takut didenda, atau yang salah adalah YouTube karena dari situlah CCTV Yue Yue menyebar.

Saat ini jutaan orang marah. Saat ini jutaan orang mengutuk-ngutuk, sebagian menuduh China secara keseluruhan, sebagian bernada rasis, sebagian politis. Gue juga pengen banget marah, tapi nggak tau untuk apa. Secara kebetulan Erni nge-post video naas itu ke laman Facebook gue, just the moment when I was going to call her.

Gue nggak kenal Yue Yue, tapi dia telah mengubah hidup gue. Gue nggak tahu apakah seandainya orang pertama dari ke-18 makhluk biadab itu menyelamatkan Yue apakah dia tetap hidup atau tidak. Tuhan senang memberi pesan melalui malaikat tak berdosa seperti Yue Yue. Gadis ini mengubah dunia. Setidaknya saat ini. Di dunia ini. Di pekan ini. Seriously, STOP IGNORANCE!

Oct 21, 201145 notes
#yue yue #accident #guangdong #china #car accident #toddler
Seminggu Koma, Balita Cina Yue Yue Meninggal

Setelah berjuang selama lebih lebih dari seminggu, akhirnya balita Cina berusia dua tahun yang dibiarkan hampir mati di jalan usai ditabrak dua kali, menutup mata untuk selama-lamanya. Yue Yue mengembuskan napas terakhirnya akibat kegagalan organ sistemik, Jumat (21/10).

“Yue Yue meninggal karena kegagalan organ sistemik,” ujar juru bicara dari rumah sakit yang menanganinya.

Yue Yue mengalami koma sejak 13 Oktober lalu. Dokter yang menanganinya sempat mengatakan bahwa sang bocah mengalami kematian otak. Sebelumnya, kondisi Yue Yue juga dikabarkan telah mengalami perkembangan. Denyut jantung Yue Yue telah stabil dan dia mampu menarik napas dan merasakan sentuhan dari tangannya. Namun, takdir berkata lain.

Insiden kecelakaan Yue Yue menuai kecaman rakyat Cina karena warga setempat mengabaikan bocah malang yang mengalami kecelakaan ini. Kabar kematian Yue Yue pun langsung menjadi topik pembicaraan di Cina. Warga Cina mengutarakan kesedihannya terhadap kematian Yue Yue. “Selamat tinggal Yue Yue, tidak ada mobil di surga,” tulis seorang blogger pada situsnya.

Insiden yang mengejutkan itu tertangkap di CCTV dan telah mengejutkan jutaan orang di Cina. Banyak yang mengatakan bahwa masyarakat mereka sudah tidak bermoral. Hal ini juga memicu kemarahan global setelah melihat rekaman CCTV yang menunjukkan sekitar 18 orang berjalan dan mengemudi melewati bocah kecil yang terbaring di jalanan di Kota Foshan, Provinsi Guandong. Tak ada satu pun dari mereka yang menolong.

Baru orang ke-19 yang mau menolong, yakni seorang pemulung jalanan, Chen Xianmei. Ia datang mengampiri bocah kecil itu dan meminggirkan tubuhnya serta meminta pertolongan. “Saya tidak memikirkan apa-apa pada waktu itu, saya hanya ingin menyelamatkan gadis itu,” ujar Chen.

Kedua pengemudi yang melindas Yue Yue telah ditangkap, namun mereka mengaku tidak melihat gadis kecil karena jalan yang gelap. Media Cina melaporkan bahwa salah satu pria diduga baru putus dengan pacarnya dan sedang bertelepon saat ia menabrak Yue Yue.

Oct 21, 201128 notes
#yue yue #cina #kecelakaan #mobil #guangdong
Oct 18, 2011136 notes
October 16th Update

Mid-semester Exam : H-8

Media Internship Deadline: H-7

Checked Assignments : None

Condition : If I were a Sim there would be spinning red diamond over my head

HOW DARE ME?!

Nine questions of State Science to go.

A bunch of MPKT A to read.

I also owe a YouTube video for I Am From Poem contest.

I can’t split my mind. Seriously. I’m an Aquarius! T_T

Oct 16, 201115 notes
#aquarius #complaint #what a life #sadness #sob
Oct 16, 2011
Oct 14, 2011164 notes
Oct 13, 201189,095 notes
Equality For All: Change the mindset → equality-for-all.tumblr.com

rolacolaandalex:

Fucking sick of hearing about equality

if we were all equal, life would be shit and boring. You wouldn’t have conflict and action. Anyway, people will always have opinions and will always try to stop equality and I say, well done. Make life more exciting. I can’t be arsed…

Oct 13, 20117 notes
#equality
Long Story Short!

Guess I have just posted something here but IT DISSAPEARED!!! Damn it T_T

Okay. I was trying to say that I’m now officially bonding with Tumblr. Period. Wish I get luck here for good. Also, I’m now having this situation with new environment of law. 

New chapter for good ^^

Oct 12, 20111 note
Next page →
2012 2013
  • January 25
  • February 43
  • March 22
  • April 42
  • May 34
  • June 8
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January 50
  • February 24
  • March 25
  • April 16
  • May 47
  • June 46
  • July 21
  • August 12
  • September 6
  • October 1
  • November 3
  • December 7
2011 2012
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June 20
  • July 14
  • August 17
  • September 21
  • October 20
  • November 51
  • December 37